Bab 33

1243 Kata

Dea kini tengah menyisir rambut panjang Nadya dengan pelan karena Dea tadi menuntun Nadya untuk mandi. Nadya masih saja sering melamun menatap kosong ke arah pintu sesekali Nadya menggumamkan nama Adit. "Adit. " " Bunda rindu kamu sayang. " Dea menahan air matanya walau sangat sulit sekali melihat sahabatnya yang sangat menyanyangi anaknya. Kini anaknya tengah koma dan berjuang antara hidup dan mati. Nadya sering menangis membuat matanya sembab bahkan tubuh Nadya pun kian sebab jarang mau makan. Dea menyuruh Nadya untuk berbaring. Dea tak mau mengajak Nadya berbicara saat ini biarlah Nadya yang tanya padanya lalu ia akan menjawabnya. "Adit Adit jangan menyiksa bunda seperti ini. "gumam Nadya yang kini tengah menghentikan tangisannya karena telah lelah sedari jam yang lalu menangis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN