Indra sekarang di dalam posisi yang tidak bisa membela sama sekali. Lantaran Anjarani yang sudah memutuskan sesuatu lebih cepat dan terburu-buru karena emosi. Tapi Indra cukup kagum dengan pengendalian diri Anjarani ketika ia dituduh habis-habisan, ia masih bersikap tenang walaupun hatinya panas sekali. Anjarani berdiri, hendak pergi dari ruang BK. Sambil menampakkan ekspresi dingin dan juga tatapannya yang tajam ke arah guru BK, Anjarani memainkan senyumannya. Aura perselisihan yang Anjarani keluarkan seperti memancing Indra untuk ikut melawan. “Ibu tenang aja, waktunya gak akan lama kok. Mungkin dua atau tiga bulan lagi, ibu sama anak ibu bisa cari sekolah lain.” Ucap Anjarani dengan nada serius. Sang guru menggeram marah. “Keluar!” Bentaknya keras dan ditanggapi tertawaan saja oleh A

