Wanita itu tersenyum kecil sambil memandang Indra terang-terangan. Satu hal yang Indra bisa pastikan dari sosok wanita ini adalah tatapan matanya yang menatap dirinya penuh minat dan juga Indra tidak suka orang-orang ingin dekat dengannya karena mencari keuntungan. Sambil mengaduk es tehnya dengan sedotan, wanita itu masih tersenyum. “Kita satu SMP. Masa kamu gak tau aku?” ‘Mana aku tahu. Sepuluh kelas sewaktu SMP. Kurang kerjaan sekali aku menghafal wajah tiga ratus murid seangkatan.’ Indra kesal sedangkan wanita itu tidak canggung sama sekali duduk di hadapannya. “Aku gak kenal kamu.” Ucap Indra dengan nada suara menekan. Dari bahasa tubuh wanita itu kini sudah mulai terlihat gusar. Entah apa yang membuatnya berani untuk bersikap sok akrab dengannya saat ini. Ketika Indra sudah menam

