Ayu merasa ia tidak diharapkan hadir diantara ayah dan ibunya. Ia sudah berusaha untuk berprestasi ketika ia duduk di bangku SMP, tapi ibunya selalu menginginkan dirinya untuk menjadi juara satu. Selalu saja seperti itu. Kini ia sendiri muak. Muak dengan semua usahanya yang tidak pernah dihargai oleh kedua orang tuanya. Terutama ibunya yang selalu mengatakan dirinya anak yang tidak berguna. Anak mana yang tidak sakit hati dikatai seperti itu setiap hari? Ketika dirinya menangis keras pun ibunya tidak berusaha untuk menenangkannya. “Apa Mamah senang kalau aku gak ada? Mamah jadi gak perlu merasa malu punya anak gak berguna kaya aku kan?” Tanya Ayu putus asa. Sunarti tampak memijat keningnya kuat, sambil menitikkan air mata ia merasa beban hidupnya semakin berat dengan semua keadaan ini

