Regan : mau balkon malem ini? Aurora : lagi banyak tugas Re, sorry. Regan : sebentar aja? Lima menit. Sepuluh menit. Dua puluh menit. Tiga puluh menit. Regan menghembuskan nafas keras. Ia mengetikkan satu pesan lagi. Regan : sibuk banget? Setelah itu, ia meletakkan─nyaris melempar─ponselnya ke atas meja belajar. Ia tahu bahwa pesannya tadi tidak akan dibalas oleh Aurora. Seperti yang sudah-sudah. Regan berjalan menuju pintu balkon kamarnya. Udara malam yang sejuk langsung menyambutnya saat pintu balkon ia buka. Dan Regan memilih untuk menetap di balkon untuk menikmati udara sejuk tersebut, sambil mengamati kamar Aurora yang berada beberapa meter di hadapannya. Dilihatnya lampu kamar gadis itu menyala terang. Namun, jendela, dan pintu balkon kamarnya tertutup rapat. Bahkan, tirai

