Sebelumnya Hafizh tidak pernah sekhawatir ini pada seseorang hanya karena orang itu tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Entah karena ini merupakan kasus pertama yang pernah ia hadapi, atau karena orang ini adalah Aurora. Hafizh melonggarkan genggamannya di roda kemudi mobilnya, jemarinya ia ketukan di atas roda kemudi tersebut, sementara dirinya menunggu Aurora yang duduk di sampingnya untuk bereaksi, karena mobil yang mereka kendarai telah berhenti sejak tadi. Tepat di depan rumah Aurora. Namun, cukup lama Hafizh menunggu, Aurora tetap diam, dan masih memandang ke luar jendela. "Lo ngelamun lagi," ucap Hafizh kemudian. Aurora sedikit tersentak, namun ia dengan cepat membenahi ekspresinya, dan kemudian mengulas satu senyuman kecil. "Udah sampe ya?" Hafizh mengangguk. "Udah cukup lama,

