Angin pegunungan yang sejuk berhembus dan menerpa kulit wajah James. Dia menghabiskan waktunya sebentar untuk menghirup udara dalam-dalam, merasakan segarnya oksigen yang belum terjamah oleh polusi dan karbon monoksida. Belum pernah dia merasa sesenang ini hanya dengan membaca sebuah koran dan menikmati segelas teh hijau yang dipetik langsung dari perkebunan yang letaknya tidak jauh dari rumah yang sedang disinggahinya sekarang. Dia menutup korannya lalu mengambil ponselnya, yang dia letakkan di atas meja di samping secangkir tehnya. Ada satu panggilan masuk dari asisten rumah tangganya. “Ada kabar baru yang mau kamu sampaikan padaku?” tanyanya. “Kondisi Nyonya Anastasia tambah buruk, Tuan,” jawab Enik sedikit kalang kabut. James tersenyum tipis. “Waktu adalah penyembuh terbaik. Aku yak

