“Bapak benar,” kata James sembari menunjukkan senyumnya pada Samudra Hameldon. Dipegangnya punggung tangan kanan Anastasia dan lanjut bicara, “Mungkin aku dan putri bapak yang cantik ini memang ditakdirkan untuk bersama.” Samudra tersenyum. “Sudah larut malam, kamu tidak mau pulang, James? Bapak takut keluargamu khawatir. Lagipula kasihan juga, bukan, kalau sampai mereka menunggumu hingga ketiduran di ruang tamu?” tanyanya sembari menyindir James soal Sharon. “Oh … Iya,” ucap James agak kikuk. “Aku pulang dulu kalau begitu. Semoga bapak sehat-sehat selalu,” pamitnya. Samudra mengangguk. “Hati-hati di jalan,” katanya. Anastasia mengantar James sampai ke tempat mobil bentley merahnya diparkir. “Seandainya waktu berjalan empat puluh delapan jam dalam sehari, ya, sayang? Kadang aku merasa

