Raut kemarahan itu mulai redup dan berganti dengan raut penyesalan saat James tersadar kalau dirinya baru saja membentak wanita pujaannya. “Maafkan aku,” lirihnya. “Aku pasti akan menikahimu, Anastasia, sungguh. Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku,” sambungnya. Dia mencoba menyentuh pipi Anastasia dengan tangan kanannya, namun dengan sigap Anastasia bergerak menjauh. Dibukanya pintu mobil bentley merah itu dengan mimiknya yang masam. “Aku mau balik kerja lagi. Kamu pulang saja, tidak usah menungguku,” pamit Anastasia yang langsung menutup pintu mobil itu, meskipun sebenarnya James masih mau bicara empat mata dengan dirinya. James menghela nafas panjang. Dipukulnya stir mobilnya dengan geram seraya mengumpat dengan pelan, “B*ngsat.” Hubungan gelap James dan Anastasia pun mulai

