CEROBOH

1067 Kata

Mampus, jam berapa dia datang? Kenapa bisa di sini? Jangan tanya gimana hati Ajeng deg-degan sekali melihat Panji sampai tangannya pun terasa dingin. Tubuhnya gemetaran. Ini dua kali Ajeng mengacaukan rencana kerja Panji. Kemarin masih mending dia bangun di jam delapan karena matanya terganggu dengan sinar matahari di gudang. Tapi hari ini kamar itu terlalu nyaman. Gordennya tidak menampakkan sinar dari luar kecuali tadi dari celah-celahnya itu pun karena Ajeng melihat ke arah jendela dan tidak terlalu mengganggu sinar mataharinya itu. Kalau bukan karena suara getar gawainya Ajeng masih tidak yakin kalau dia sekarang sudah bangun. "Maaf Pak-" Ajeng bicara sambil menunduk dia tak berani melihat Panji yang duduk di sofa dalam kamarnya dan sudah rapih dengan setelan kerjanya. Panji ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN