"Kamu kenapa? Sinis banget ngeliatin saya?" Ajeng memang tidak mengatakan apapun pada bosnya tadi saat mereka ada di depan kasir. Tapi bukan berarti dia menerima begitu saja. Saat di dalam mobil Ajeng tidak menutupi kemarahannya pada Panji. Dia melirik sinis saat Panji baru duduk di kursinya dan bahkan belum memakai seatbelt. Begitupun Ajeng. "Bapak tahu nggak sih tadi berapa banyak yang Bapak bayar? Apa Bapak lupa kalau keluarga Bapak itu juga kenal sama manajer butik dan Bapak tahu jumlah rupiah yang tadi Bapak beli buat pakaian saya? Gimana kalau nanti orang-orang di rumah Bapak curiga? Saya nggak mau ya Pak kalau sampai dituduh jadi perusak rumah tangga orang. Saya bukan pelakor!" Ajeng sudah tak tahan ingin mengungkapkan kekesalannya. Makanya dia mengomel begitu dalam satu kali nap

