"Abang nggak berencana pulang?" aku menyilangkan tangan di depan d**a sambil menatap Bang Fino yang malah duduk santai menikmati setoples kacang telir milikku sembari menonton tayangan Netflix. "Ini udah lewat tengah malam, Bang!" imbuhku mengingatkannya lagi. "Kamu ngusir?" "Ini udah malam banget, Abang," desahku mengacak rambut lalu duduk di ujung sofa yang sama. Sengaja mengambil jarak dengan pria yang tadi mengguncang otak dan hatiku saat kami berada di dalam lift dengan ciuman dadakan itu. "Kamu tadi juga menghabiskan malam dengan si Nathan Nathan itu!" Bang Fino terdengar mengomel tak jelas. "Astaga ... malah bahas Nathan lagi," seruku lantas memutar bola mata malas. Bebal sekali mantan suami Bu Nadia ini. "Aku tadi nggak berduaan aja sama Nathan, tapi sama Anin juga perginya."

