Menata Hati

1504 Kata

"Sabar ya, aku … aku juga nggak bisa ngomong apa - apa lagi. Yang aku tau, kamu wanita hebat dan kuat. Kamu akan bisa melewati ini semua. Aku percaya kamu bisa, pasti bisa." Yola memelukku, tangan kanannya mengusap lembut punggungku untuk menguatkanku. "Terima kasih, sudah bantu aku selama ini. Sudah jadi tempat buat aku cerita, mungkin aku bisa gila, kalau menghadapi semuanya sendiri." Aku mengeratkan pelukan untuk meredakan sejenak kegundahan dan rasa sakitku. "Lalu, rencana selanjutnya?" tanya Yola kemudian. Aku terdiam sesaat, saat ini aku sedang menata hati. Menyusun kembali puing asa yang masih tersisa. Hatiku benar - benar hancur, tercabik oleh pengkhianatan hingga tak berupa lagi. "Sudah dapat tanda tangannya?" Yola kembali bertanya. Aku mengangguk, Kakak Yola seorang pengacara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN