“Kenapa kau menyukai salju?” tanya seorang pasien kepada seorang perawat yang kini sedang berada di dalam kamar pasien yang sedang memandang kosong salju yang turun tahun itu. Wajah anak itu pucat seakan tidak pernah terbakar sinat mentari. “Dia cantik, dan aku bisa membuat boneka salju dari tumpukan berwarna putih itu,” jawab perawat itu dengan lembut. “Jika aku berhasil keluar dari kurungan ini, aku berjanji akan membawamu ke tempat yang penuh salju,” ucap pasien itu lagi namun ekspresi datar. *** “Jadi apa yang membuatmu, menempel sepanjang pagi ini?” tanya Zin saat mereka sudah sampai di depan meja makan. “Kau masih ingat janjimu, saat masih di Rumah sakit?” selidik Eva. Ia mengatup bibir, gemas. Zin mengernyitkan kening mencoba mengingat apa saja yang pernah ia ucapkan kepada E

