Denisa Cantika Putri nama seorang gadis yang sudah tamat kuliah jurusan pendidikan sosial, yang kini mulai mengajar di sekolah menengah atas sebagai guru IPS. Hari harinya di sibukkan dengan mengajar dan menjadi guru les privat di salah satu tempat kursus.
"Bu aku berangkat nanti aku pulang agak sore sekalian ada les di tempat pak tentara" pamit Denisa tergesa memakai sepatunya.
"Ya sudah hati hati, jangan ngebut jangan terlalu capek kamunya" ibunya selalu mengingatkan kesehatan Denisa.
Ibu Sarah bukanlah ibu kandung Denisa namun dia sudah menganggap Denisa sebagai anaknya sendiri, setelah ibu Sarah menikah dengan ayah Denisa 20 tahun silam, Denisa ikut dengan ayah dan ibu Sarah.
Sepanjang jalan Denisa mengendarai sepedah motornya dengan rasa senang dan semangat. Sesampainya di sekolah Denisa mulai mengajar di kelas 10 IPS.
"Pagi anak anak" sapa Denisa kepada seluruh siswanya.
"Pagi bu" ucap semua siswa.
"Baik hari ini saya akan mengajar tentang bab 3 jadi saya harap kalian bisa memperhatikan saya dalam menerangkan materi di bab ini".
Waktu menunjukan jam 11, Denisa sudah selesai dengan kegiatannya mengajar di sekolah.
"Siang cantik" goda salah satu guru di ruang guru.
"Apa sih pak Ketut nih" Denisa yang masih sibuk dengan laptopnya memasukan nilai para siswa.
"Canda biar gak cepat tua" pak ketut salah satu guru di sekolah ini, dia adalah guru olahraga yang sudah berkeluarga dan memiliki 3 anak. Dan sudah berumur hampir setengah abad.
"Iya pak saya mengerti, iya pak tadi ada salam dari ayah katanya beliau mau mengirim tanaman yang bapak minta" ujar Denisa.
"Bagus kalau begitu saya juga sudah menunggu kabar dari kamu tak kira kamu lupa! kan kegiatan kamu padat sekali, iya Sa kamu masih jadi bendahara di KPU? " tanya pak Ketut.
"Masih pak jadi sebentar lagi kan ada pemilihan walikota jadi saya punya banyak tugas yang harus saya selesaikan dan ini juga mau ujian semester kan pak jadi saya harus kejar deadline" jawab Denisa dengan semangat.
"Iya tapi kamu harus ingat kesehatan Denisa jangan sampai saking sibuknya nanti kamu sakit" nasihat pak Ketut.
Denisa pergi menuju kantor KPU di kota itu, dia mengecek beberapa persiapan dan juga data pemilih yang akan melakukan pemilihan walikota.
"Sudah rampung semua? " tanya Denisa kepada staf yang menghitung surat suara.
"Sudah tinggal senin depan kita sudah harus mendistribusikan surat ini kepada beberapa desa yang sudah kita data, dan memberikan koordinasi kepada beberapa petugas disana" ujar staf itu.
"Alhamdulillah, jadi kita tinggal menyiapkan semua" Denisa pergi keruangannya dan mengerjakan beberapa tugas yang sudah menumpuk di mejanya.
"Semangat semangat" Denisa mencoba memberi semangat pada dirinya sendiri.
Tak terasa hari sudah sore, namun kegiatan Denisa belum sampai disini. Dia harus menjadi guru privat salah satu anak dari tentara yang dimana dia harus pergi kerumah muridnya itu.
"Permisi, sore pak. Apakah Andre sudah pulang? " tanya Denisa memasuki gerbang rumah tentara itu.
"Sudah Denisa silahkan masuk, dia sudah menunggumu di ruang tengah" Tentara itu sedang menikmati sorenya di depan rumah membaca koran dan ditemani secangkir teh hangat.
Denisa masuk kerumah pak tentara itu, Dia selalu kagum dengan luasnya rumah itu dan juga mewahnya rumah itu.
Semoga suatu hari aku bisa membuat ayah dan ibu rumah seperti ini harapan Denisa yang ingin membahagiakan orangtuanya yang sudah berjuang demi kehidupannya kini.
Denisa memulai tugasnya sebagai guru privat dengan semangat, karena menjadi guru privat memiliki bayaran yang cukup lumayan bagi Denisa. Dan semua hasil kerja keras Denisa selalu dia tabung untuk nanti membahagiakan orang tuanya.
Waktu sudah menunjukan 8 malam dan Denisa belum juga pulang,
"Yah kemana perginya Denisa sudah malam seperti ini kok belum pulang" tanya ibunya.
Tak lama kemudian terdengar suara sepedah motor masuk ke pekarangan rumah.
"Itu anaknya yang ibu tunggu" tunjuk ayah ke arah Denisa yang turun dari sepedahnya.
"Assalamu'alaikum" salam Denisa memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam, dari mana saja nak kok kamu baru pulang" ibu menghampiri Denisa dan membawakan tas dan juga beberapa map yang dibawanya.
"Denisa hari ini banyak tugas bu, tadi ke KPU sebentar jadi agak kesorean lesnya" Denisa sambil memijat lehernya yang terasa pegal.
"Denisa kamu harus ingat sama diri kamu, kamu harus jaga kesehatan jangan terlalu sibuk, apa kamu sudah makan" tanya ibu pada Denisa.
Denisa menggelengkan kepala.
"Dasar anak nakal, jangan selalu telat makan nanti bisa sakit ya sudah sana kamu ganti baju, ibu siapkan makan malam kamu" ibu berjalan menuju dapur dan menyiapkan beberapa makan dan juga teh hangat sebagai pendampingnya.
Denis membaringkan tubunya dikasur kamarnya, terasa nyaman dan juga rasa capek ditubuhnya sedikit berkurang. Sungguh nyamannya tempat ini tak lama kemudian Denisa pun tertidur pulas.
Sinar mentari, menyinari di sela sela cendela kamar Denisa. Mata Denisapun mulai terbuka, "Astaga aku kesiangan" Denisa buru buru masuk kekamar mandi dan bergegas menyiapkan dirinya dan juga beberapa berkas yang ia bawa.
"Denisa kamu mau kemana? Hari ini kamu kan gak ada jadwal mengajar nak" ibunya menatap Denisa yang sudah rapi, menyelesaikan sarapannya dengan terburu buru.
"Hari ini, hari terakhir pengecekan beberapa data untuk persiapan pemilihan walikota, jadi Denisa harus berangkat pagi" jawab Denisa disela sela makannya.
"Oh iya bu, kemarin pak tentara ngomong kalau mau minta tolong ayah menata tamannya dan juga membeli beberapa tanaman hias milik ayah jadi nanti tolong sampaikan ke ayah ya bu" Denisa berangkat mengendarai sepedah motornya.
Di gedung KPU, ada beberapa staf dan juga petugas lapangan yang sudah sibuk menyiapkan persiapan untuk kegiatan pemilu pemilihan walikota.
"Denisa semua data sudah kamu cek, dan sudah benar sesuai dengan pemilih tahun ini" tanya bu Dinar ketua KPU.
"Sudah bu saya sudah mengecek semua data pemilih baru dan juga beberapa pendatang ataupun warga yang berpindah ke desa lain, dan untuk surat pemberitahuannya sudah bisa dikoordinasikan nanti jadi hari ini saya dan beberapa petugas akan mengunjungi kantor desa dan memberikan beberapa pengarahan kepada petugas disana" jelas Denisa.
"Bagus saya selalu senang dengan kerja kamu" puji bu Dinar.
Hari ini adalah hari yang panjang bagi Denisa, dia harus berpindah pindah tempat untuk melakukan persiapan untuk pemilu.
Denisa tak sengaja menabrak seorang di hadapannya. "Maaf saya tidak sengaja" ujar Denisa.
"Tidak apa apa, kamu Denisa?" tanya lelaki itu.
"Iya, kamu Andi kan! sudah lama ya kita gak ketemu". Andi ialah cinta pertama Denisa dan juga teman satu SMP.
"Bagaimana kabar kamu Sa?" tanya Andi yang antusias bertemu Denisa.
"Baik Di, kamu sendiri bagaimana?" tanya Denisa balik.
"Aku juga baik, kamu kerja di mana?"
"Aku kerja jadi guru dan ini lagi bantu bantu di KPU" ujar Denisa.
"Kamu sudah makan? kita makan bareng yuk sekalian cerita cerita" ajakan Andi diiyakan oleh Denisa.
Denisa bercerita banyak dengan Andi mereka menikmati makan siang bersama.
"Jadi sekarang kamu sudah punya pacar Sa?" tanya Andi pada Denisa.
Wajah Denisa memerah dan dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi bagaimana kalau kita balikan" ajak Andi dengan senyum lebar.
Denisa hanya terdiam mendengar ajakan Andi yang begitu tiba tiba. Apa tidak terlalu cepat untuk memulai hubungan ini perasaan Denisa bingung antara menerima atau menolak namun dalam hatinya dia masih mencintai Andi karena dia cinta pertamanya..
bersambung...