25. Berhasil Astral

1616 Kata

“Lo ingat?” Tama mundur sambil menutup mulut dengan tangannya. “Gue baru saja ke sana! Itu mimpi tapi juga ... terasa nyata,” ujar Rama. “Hei! Hei! Hei! Tenangkan diri kamu, Rama! Tenang!” Astro menepuk-nepuk bahu Rama. Rama menarik nafas panjang lalu menatap Astro, “Aku bisa menggambarkannya sekarang” Astro menggeleng, “Kamu sebaiknya istirahat dulu. Pasti melelahkan setelah mengalami mimpi buruk itu.” “Cruz! Ambilkan kertas dan pulpen!” perintah Tama. “Tama!” ujar Astro dengan tegas namun Tama sepertinya tidak peduli. Cruz memandangi Tama dan Astro secara bergantian karena dia bingung harus menuruti siapa. “Ambilkan Cruz! Aku harus melakukannya sekarang, aku takut ingatan itu hilang lagi,” ujar Rama. Cruz berdiri dengan cepat dan berlari ke arah laci mengambil kertas dan juga seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN