Saat pagi tiba, Alsen pulang ke apartemennya. Dia melihat Kania yang sedang tertidur di salah sebuah sofa ruang tengah. Hanya memakai selimut tipis yang membalut tubuhnya--dengan posisi seperti udang, kedinginan. Alsen mendongak, pendingin ruangan menyala, mungkin saja gadis itu lupa mematikannya ketika mau tidur semalam. Alsen melangkah mendekati Kania, berjongkok di hadapannya untuk menatap beberapa saat wajah tenang milik gadis polos itu. "Nia, bangun!" Alsen menggoyangkan pelan bahu Kania, membuat gadis itu mengerjap, menggeliat serta meregangkan otot-ototnya. Kania tidak mengenakan kaos kelonggaran seperti biasa, melainkan hanya sebuah tank top dan celana super mini. Aish! Tidak tepat sekali Alsen melihat pemandangan seperti ini pagi-pagi, menguji kesabaran dirinya. "Sudah pagi ka

