Saat memasuki acara inti, lampu di matikan, semua orang yang ada di ruangan kemudian menari layaknya anak muda jaman sekarang. Musik yang dimainkan tidak sedikit pun berbau dewasa, sebab Alya dan teman-temannya pun masih muda--hingga Arabelle memilihkan musik yang sesuai dengan usia mereka. Kania menikmatinya, dia melompat-lompat kecil menikmati setiap bunyi yang mengalun memenuhi setiap sudut ruangan. Alsen yang tadinya hanya diam memerhatikan, langsung berdiri ketika melihat Kania melompat-lompat senang. Secepat kilat dia mengambil tempat di samping Kania, lantas melingkarkan lengannya pada perut Kania. Mengingatkan dengan gerakan tubuh jika di dalam sana ada nyawa yang harus dilindungi dengan sangat hati-hati. Alsen mengkhawatirkan keadaan keduanya, Kania maupun sang buah hati. Sangat!

