Alsen tertawa penuh kemenangan ketika mendengar kabar perusahaan yang Gio pimpin selama ini mengalami kerugian besar. Rencananya berhasil, dia akan membuat pria angkuh itu membayar semua yang telah dia lakukan kepada Kania. Dia akan menunjukkan bagaimana cara bermain yang meski kelihatan tenang namun sebenarnya licik luar biasa. Untung Alsen hanya menyurutkan perusahaaan itu, bukan membalasnya dengan nyawa yang sama. Jika saja Alsen tak punya hati, sasaran utamanya adalah ibu Gio. Dengan gampang bagi Alsen melenyapkan ibu Gio, seperti apa yang sudah Gio lakukan pada bayinya. Malaikat kecil yang bahkan tidak tahu dosa--masih suci, kena akibatnya. Yang menjadi pertanyaan Alsen, kenapa harus bayinya? Terlalu b******k! Alsen mengembalikan tablet itu kepada Gerry kembali. Senyum jahat masih

