Bastian turun dari mobil dengan wajah merah padam. Tatapan mata tajam dan nyalang menunjukkan bahwa dia tak hanya marah tetapi juga ingin melenyapkan nyawa orang. "Tuan, tunggu!" Namun, Bastian tak menanggapi. Dia berjalan masuk ke dalam mansion kedua orang tua nya. "Daddy. Bram!" teriaknya memanggil dua orang yang telah menghancurkan hidupnya tersebut. Eric dan Santa yang tengah duduk di rumah tamu sontak terkejut mendengar kedatangan Bastian apalagi anak sulung mereka itu berteriak-teriak. "Ada apa, Son?" tanya Eric. Bastian menatap ayahnya dengan penuh kebencian. Tak dia sangka jika ayahnya sejahat itu dan tega membuatnya hidup dalam penderitaan. "Apa yang Daddy lakukan pada Alena?" Eric terkejut mendengar pertanyaan sang anak. Sementara Santa menatap suaminya heran, dia

