"Brengsek." Jika saja bukan ayahnya sudah pasti Bastian akan memukul wajah lelaki paruh baya tersebut. Sementara Santa menangis segugukan dia tidak menyangka jika ternyata selama ini suaminya tega menutupi kedok selama puluhan tahun. "Maafkan Daddy, Son. Maafkan Daddy." Eric berlutut di kaki Bastian seraya menangis meminta maaf. Dia menyesal melakukan hal tersebut. Dia khilaf, dia lupa diri. Apalagi wanita itu memang menggodanya kala itu. "Menyingkir dari kakiku!" hardik Bastian menendang pria paruh baya tersebut. Dia seolah tak peduli pada dosa. Saat ini dia benar-benar membenci sang ayah lebih dari apapun. "Maafkan Daddy." "Kau tega, Dad. Kau tega merebut semua kebahagiaanku. Kau menyembunyikan Alena selama sepuluh tahun. Kau....." Bastian memukul meja sangat kuat hingga terse

