"Galang, bagaimana kuliahmu?" tanya seorang pria paruh baya. "Baik," jawab lelaki itu tanpa peduli dengan pertanyaan sang ayah. Lelaki paruh baya yang tengah sarapan bersama putra tunggalnya tersebut menghela nafas panjang. Hubungan mereka memang tak baik-baik saja sejak keretakan rumahtangganya bersama sang istri. "Maafkan Daddy, Son," ucapnya penuh dengan perasaan bersalah. Galang langsung terdiam. Bolehkah dia iri pada orang di luar sana yang memiliki orang tua lengkap dan hidup bahagia. Walau hidup pas-pasan tetapi mereka saling melengkapi satu sama lain. "Maafkan Daddy yang belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu," ucap sang ayah lagi. Galang tak menggubris sama sekali. Dia malah kembali menyantap makanan di dalam piringnya. Bosan, mendengar kata maaf dari sang ayah yang

