Bab 18. IKCD

1011 Kata

Hati Bastian terenyuh ketika mendengar ucapan istri kecilnya tersebut. Entah kenapa saat melihat ketidakberdayaan dari tatapan mata istrinya, ada perasaan aneh yang menjelajar masuk melalui rongga dadanya. "Kenapa, Tuan? Apa kau ingin mentertawakan aku? Apa kau ingin mengejekku?" cecar Bee yang masih melihat tatapan mata Bastian. Mulut Bastian bungkam. Kenapa dia seperti kehabisan kata-kata? Dia tidak tahu apakah senang atau malah merasa bersalah. Untuk saat ini dia benar-benar marah ketika tahu jika tadi Bee berusaha menghindarinya dengan menginap di apartemen Tata. Dia selalu tidak suka ada orang lari masalah. "Kau tahu, Tuan?" Seketika leleh bening itu lolos dari pelupuk matanya. "Aku takut hamil. Bagaimana jika nanti aku menggandung anakmu, sedangkan pernikahan kita hanya di atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN