Bab 41. IKCD

1010 Kata

Bram masuk ke dalam mobil dengan menggerutu kesal. Sudah kesal makin kesal karena bertemu dengan gadis menyebalkan tadi. "Jalan, Win!" perintahnya. "Baik, Tuan." Bram tampak komat-kamit seperti dukun baca mantra. Awas saja kalau dia bertemu dengan gadis itu lagi, dia akan membuat perhitungan karena sudah berani bermain-main dengannya. "Bagaimana hubungan Kak Bastian dan Alena?" tanya Bram. "Apa ada ciri-ciri Kak Bastian menceraikan Bee?" sambung Bram penuh harap. Semoga saja Bastian memilih Alena dan Bram memiliki kesempatan untuk merebut hati Bee agar jadi miliknya. Herwin menggeleng, "Menurut penerawangan saya. Sepertinya Tuan Bastian tidak akan menceraikan Bee. Apalagi nona muda sedang hamil," jelas Herwin. "Apa? Bee hamil?" ulang Bram sekali lagi. "Iya, Tuan. Usia kandungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN