13. Ternyata Danu

1254 Kata

Rasa penasaran dan cemburu membakar hati Kenzo. Ia tak bisa lagi menahan diri untuk tidak mencari tahu kebenaran di balik berita lamaran Maya. Gadis itu memang terlihat selalu ceria dan memandangi pergelangan tangannya seraya tersenyum. Ia tidak tahu itu. Pagi itu, dilihatnya Maya sedang sibuk merapikan berkas di mejanya. Maya tampak santai, dengan secangkir kopi di satu tangan. Saat Maya meletakkan cangkirnya, Kenzo melihat kilatan kecil di jari manisnya. Sebuah cincin. Jantung Kenzo berdebar kencang. Ia menghampiri Maya dengan langkah pelan. "Pagi, Maya," sapanya. Maya mendongak, terkejut dengan kehadiran Kenzo yang tiba-tiba. "Pagi, Tuan Kenzo." Kenzo tidak langsung berbicara. Matanya tertuju pada cincin yang melingkar di jari Maya. Dengan hati-hati, ia bertanya, "Itu... c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN