Niel menatap Bella yang berdiri tak jauh darinya yang kini sedang menatapnya dengan tatapan penuh kesedihan dan kekecewaan. Ia lalu sadar jika ada orang lain yang berdiri di depan Bella yang kini menoleh padanya. " Kamu, ngapain kamu masih disini?" " Aku kan nunggu kamu, sayang" Niel mengerutkan keningnya mendengar jawaban Mona barusan sambil berjalan mendekati Bella. " Jadi... Kamu yang membawa dia masuk?" " Sayang, dengerin aku dulu. Tadi---" Air mata Bella sudah begitu penuh di dalam kelopak matanya. Ia tidak menyangka jika Niel sendiri yang memasukkan wanita itu ke dalam rumahnya. Ke dalam kamar yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun lagi kecuali ia dan Kiara. Tangan Bella bergetar hebat. Ia merasa begitu hancur saat ini. Perlahan ia memundurkan langkahnya. " Aku tanya sekali l

