Niel berjalan mendekati kumpulan orang- orang yang membentuk lingkaran mengelilingi api unggun bersama Rully dan juga pak Heri. Suasana malam ini sangat indah dengan langit yang dipenuhi bintang dan sorak sorai anak- anak serta lantunan musik yang menenangkan. Namun sejak tadi Niel hanya memperhatikan sosok Bella yang kini duduk bersebelahan dengan Hanan dan juga beberapa karyawan penginapan yang mengenakan name tag. Bella tertawa dengan riang hingga memamerkan deretan gigi putihnya ketika Hanan mengatakan sesuatu kepadanya. Entah apa, namun membuat mereka semua tertawa. Tawa yang dulu selalu membuat harinya menjadi lebih baik, tawa yang dulu selalu membuatnya melupakan kepenatannya di kantor, tawa yang selalu ia akhiri dengan ciuman. (" Bella, aku kangen. Tapi aku harus bagaimana?") Ni

