Afila menengok ke arah Aiman di sebelahnya, mereka kembali saling bertatapan. Tampak tatapan penuh kasih sayang dari Aiman untuk Afila, Aiman menggangukkan kepala mengisyaratkan Afila untuk menjawab. “kalau ditanya bagaimana caranya keluargaku bisa dengan mudah menerima dia, aku sendiri tidak paham. Kalau dari aku sendiri, sejujurnya kaget ketika menerima CV ta’aruf dari sepupu ayah ketika baca namanya adalah namanya dia. Yang ada difikiranku ‘kok bisa dia ngajak ta’aruf? Anak ini kan pacaran aja gak pernah, cocoknya sama Ifa ini mah’. Tapi aku serahin semuanya sama Allah, setelah CV aku serahin ke orang tua aku sendiri Cuma sholat istiharah minta petunjuk dari allah.” Jawab Afila. “Setelah aku kasih jawaban ke orang tua kalau aku bersedia ta’aruf sama dia malah ayah kasih aku 2 undangan

