54

1027 Kata

“Bang Zi, boleh kah?” Tanya Arisha pada Zidan menyakinkan apakah diizinkan oleh Zidan untuk duduk dipangkuan Witri. “dede duduk sendiri aja bagaimana? Abang pindahin ya bangkunya dede ke sini?” Tanya Zidan pada Arisha membujuk Arisha agar duduk sendiri. “Fix, aku sama bang Fi aja. Abang, I’m with you no debate.” Ucap Arisha. Semua yang disana hanya bisa tertawa karena apa yang di lakukan Arisha dan Kahfi yang kembali menjadi korban. “Sorry loh han, si bungsu memang seperti itu. Dia paling sering berantem sama Kahfi tapi juga kalau ada Kahfi ya apa-apa sama dia.” Ucap Alfian yang merasa tidak enak pada Farhan. “gak apa lah yan, namanya juga anak-anak.” Balas Farhan dengan bijak meski hatinya menggerutu. “Afil, makan yang banyak ya nak. Anak-anakmu butuh banyak nutrisi dari ibunya.” Uc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN