Ketika aku sedang mengaji aku merasakan tepukan di bahuku, ketika aku menoleh yang ku lihat adalah wajah istriku sedang tersenyum. “ ‘A, makan malam dulu. Nanti bisa dilanjut. Aku siapkan makanan di meja makan ya.” Ujarnya lembut. Aku hanya menganggukan kepalaku dan meletakan mushaf yang berada di tanganku lalu mengikutinya berjalan ke ruang makan. “ ‘A, terima kasih sudah mau memenuhi keinginan terakhir nenekku. Bantu aku untuk selalu taat ya. Makanannya di makan ya ‘a. Aku siapkan air untuk aa mandi dikamarku ya.” Ucapnya saat meletakan makanan di hadapanku. Aku berfikir sejenak, apakah dia sudah tau akan akad nikah yang sudah aku lafalkan? Mungkin saat aku pergi dengan Fadli tadi ada yang menyampaikannya. Setelah aku menyelesaikan makanku, aku bergegas menyusulnya ke kamarnya. Namu

