Merasa kesal dengan rencana nya yang gagal padahal ia sudah menunggu Fusya di luar namun tak kunjung datang , jam sudah menunjukkan jam 8 lebih. Tiba-tiba ada sebuah mobil keluar dari gerbang rumah Evan menebak bahwa itu adalah Larry dan Fusya ia pun mengikutinya hingga sampai pada pameran aksesoris. Gagal..itulah pikir Evan, dengan cepat menyusun kembali rencana baru yaitu mencuri dompet Larry, menyuruh beberapa orangnya untuk melakukan tugasnya dengan begitu mempermudah semuanya. Tak disangka Evan berhasil dengan rencana dadakan nya, kini Larry sudah terlihat dengan istrinya di dalam sebuah telepon koin, mirip seperti pengemis, Evan puas melihat pemandangan itu. ~~~~~~~ Mati dengan semua pilihan, tak ada pilihan lain, Larry mencium istrinya yang mengigil, "tunggulah sini Fusya, aku

