Dua Lawan Dua

1121 Kata

"Kok mereka bisa tahu kita ada di sini??" Aku melotot. Rombongan itu memang berjalan ke arah kami. Steve menggaruk kepala, "Sepertinya karena aku." "Apa yang kamu lakukan?? Share loc ke mereka??" "Kamu lihat aku pegang handphone?" Steve jadi ikut ngotot. "Nggak sih. Ya siapa tahu kamu memancarkan sinyal tertentu." "Huh, kamu kira aku menara pemancar?? Oh, benci sekali aku melihat mereka! Kakek buyut yang kupikir berada di pihakku, ternyata bersekongkol dengan paman-pamanku yang lain!" Aku tertegun. Rombongan itu semakin dekat dengan kami. Aku sampai berpikir, kalau terjadi apa-apa security mal berani turun tangan tidak, ya? Dehaman Alex membuat kami diam. Aku berkeluh kesah. Alamat terjadi perkelahian lagi, bukan? Namun, apa yang perlu kutakutkan? Si Alex yang perkasa bisa menghada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN