Sang Pemburu

1249 Kata

Bibir tipis Alex tersenyum, "Aku senang kamu tidak pingsan melihatnya." Nafasku terengah, "Kamu ... memburu penyihir. Tapi, bagaimana?" "Kamu tidak bisa menebak alasannya?" Tangan besar Alex membelai rambutku lembut, "Kuijinkan kamu melihat lebih banyak, Gadis Kecil. Aku membuka jiwaku sepenuhnya untukmu." Aku terkesiap. Isi hati dan pikiran Alex mengalir bak gelombang pasang menuju diriku. Mataku terpejam. Kurasakan dia menarikku ke dalam pelukannya. Aku seperti tenggelam dalam kehidupan masa lalu Alex. Lagi-lagi si wanita berambut merah. Ugh, hatiku ditusuk rasa sakit, tapi tidak sesakit sebelumnya. Alex menahan agar dendam dan amarah yang dia simpan tidak menyakitiku. Oke. Lanjut. Kusaksikan pemuda tampan yang baru kehilangan kedua orang tua berubah menjadi dingin dan kejam. Masa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN