“Enggak apa-apa, Nak, kamu antar kami pakai pesawatmu?” tanya ibu Kia berulang kali pada Langit. Mereka sedang berada di dalam pesawat jet mewah milik Langit. Langit yang akan terbang ke Los Angeles, akhirnya memutuskan untuk mengantar dulu teman kedua orang tuanya pulang. “Enggak masalah, Bu.” Sahut Langit tenang. Tas ranselnya berada di bawah kakinya. Tas ransel itu tidak luput dari perhatian ibu Kia. “Kamu mau ke mana?” tanyanya yang mendapat senggolan dari pak Alan. Alan tidak ingin istrinya terlalu ingin tahu urusan orang. Yang disenggolan hanya mengedipkan mata meminta suaminya diam, “ada urusan bisnis?” Langit mengangguk. Sebenarnya dia ingin mengatakan sesungguhnya pada mereka berdua, namun kali ini dia tidak ingin melakukannya. Dia ingin masa berkabungnya hanya sendiri. Tidak

