Penyambutan

2268 Kata

Bram melihat kejadian itu. Mereka berdua—Kaila dan Austin—bertengkar hebat di area parkiran dengan ditonton banyak orang. Mereka layaknya pasangan pada umumnya. Alis Bram menyatu. Dia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan Kaila. Dia melihat Austin yang sepertinya sedang menahan segala gejolak. Wajah pria itu memerah begitu pula sebelah pipinya yang tercetak jelas tamparan tangan. Bram melihat Kaila yang menangis. Lalu pria itu menggeleng pelan. Merasa iba dengan yang terjadi pada Kaila. dia mengira bahwa mereka bukan seperti karyawan dan atasan seperti biasa. Ada masalah dari masa lalu yang menyertainya dan itulah sebabnya Kaila berani dengan Austin. Tidak ada satu orang karyawan pun yang berani dengan Austin karena orang itu sudah seperti tangan kanan dari Langit. Keputusan Austin sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN