Persetujuan

2226 Kata

“Kita enggak tidur satu kamar?” Langit menatap Alaina tidak percaya. Dipikirannya hanya kalimat itu. Masalah mengenai pernikahan malah dia tidak terlalu memusingkan karena permintaan Alaina terlalu tidak masuk akal mengenai tidak ada siapapun yang tahu pernikahan mereka. Alaina menggeleng pada pertanyaan Langit. Dia menutup kembali kotak cokelat itu lalu memasukkannya ke dalam lemari pendingin. “Kenapa cokelatnya?” tanya Langit melihat Alaina meletakkan kotak cokelat dengan hati-hati di dalam lemari tersebut, “enggak enak?” tanyanya lagi. Alaina menutup lemari pendingin lalu berbalik, “cokelat mahal.” Jawab Alaina tidak mau menatap Langit karena kalau ditatap, nanti yang ada Langit akan menertawakannya. Alis Langit naik. “Kalau kamu suka, habiskan. Nanti kubelikan lagi.” Katanya. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN