Merana

2224 Kata

“Makan yang banyak, Sayang.” Nenek Diana melihat piring sarapan Alaina yang menurutnya sedikit. Alaina mengangguk, “ya, Nek.” Setelah pembicaraannya dengan Langit semalam, ada perasaan bahagia dalam hatinya. Ada perasaan senang yang tidak bisa dia lukiskan dengan kata-kata. Dia menunduk memerhatikan gelang pemberian Langit yang ada dipergelangan tangannya. Gelang berbandul yang memiliki tulisan L&I tersebut membuatnya tersenyum tipis. Lalu matanya jatuh pada kalung kupu-kupunya. Betapa senang hatinya. “Kamu lagi bahagia, ya?” nenek Diana menatap Alaina dengan senyum mengembang. Alaina tertawa pelan kemudian menggeleng kecil. Dia malu karena ketahuan sedang senang memikirkan Langit. Kemungkinan di luar negeri sana sudah malam. Dia ingin menelepon suaminya lagi namun dia tidak berani. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN