“Ini.” Langit meletakkan jam tangan di meja kerja Alaina. Alaina yang sedang mengetik sesuatu di komputernya kemudian mendongak. “Pakai.” Perintah Langit lagi lalu berbalik kemudian berjalan menuju meja kerjanya seraya berkata lagi, “saya enggak suka kamu lihat waktu melalui ponsel.” Alaina menatap jam tangan mewah itu tanpa berniat untuk mengambilnya. Dia sudah mengembalikannya pada Langit dan pria itu memberikannya lagi padanya. Alisnya berkerut, dia memikirkan harus berkata apa pada Sandi mengenai jam tangan mahal. Tidak mungkin jam tangan itu dibelinya. Sandi tahu berapa gajinya di perusahaan Langit. “Katakan saja pada tunanganmu kalau itu bonus dari kantor.” Perkataan Langit itu membuat Alaina melirik pria itu dari sudut matanya. Langit sedang berdiri di sebuah rak buku dekat den

