Kevin dan lainnya kini berada di sebuah bangunan yang berisi banyak permainan. Jaden yang lelah, tertidur di dalam timbunan bola warna-warni. Sunny berbaring di trampolin bersama Marry. David mengawasi Jun Liu yang tampak tidak sehat. Wajah Jun Liu memucat, dan Luka di kakinya masih sangat sakit hingga suhu tubuh Jun Liu naik dan menjadi demam. Kevin dan Mashi duduk bersandar di dinding ruangan menatap teman-temannya. Rasa lelah dan frustasi menyelimuti mereka berdua. "Kapan ini akan berakhir? aku benar-benar sudah muak," ucap Kevin sambil mejambak rambutnya sendiri. "Bukan hanya kau, kita yang ada disini, semua sudah muak," Mashi menghela lelah, "Menurutmu, ini benar-benar berakhir hingga pembunuh diantara kita tertangkap?" "Jika ini berdasarkan permainan itu, tidak ada cara lain kelu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


