William terpaku. Menghela napasnya pelan. Kegilaan yang akan membawanya pada sebuah tanggungjawab besar baru saja terjadi. Entah mengapa, rasanya sulit menahan diri pada gairah yang tersulut ketika berada di dekat Autumn. Apalagi setelah yang pertama, maka sudah terjadi yang ke dua, ke tiga, ke empat...dan entah yang ke berapa kalinya mereka bercinta. Hampir semua tempat di ruang hotel ini sudah di jelajahi. Menjadi saksi betapa jiwa muda mereka berpetualang. Menjadi saksi betapa Autumn sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya di kemudian hari. Sebesar apapun Liam berusaha meyakinkan, Autumn masih terlihat ragu dan khawatir Liam akan berpaling. Liam mengusap kepala Autumn yang bersandar di bahunya. Menoleh dan meraih ponselnya saat ponsel itu berdering. Zachary. William

