Liam berlari sepanjang koridor ruang IGD. Langkahnya terhenti saat sudah berada dekat dengan pintu IGD. Liam mendekat. Terlihat jelas wajah - wajah penuh putus asa dan tangis seorang wanita yang begitu memilukan. Jonathan Blackwell menatap Liam namun tak melakukan apapun. Hanya tatapannya bagai bara api yang berkobar tertiup angin. " Liam", ujar sebuah suara di belakang Liam. " Lex", ujar Liam. " Jangan membiarkan rasa bersalah mendera mu. Bagaimanapun juga semua bukan salahmu. Kau hanya berada dalam lingkaran yang menjadikanmu sebagai pusatnya, tanpa kau mau", ujar Alex sambil menepuk bahu Liam pelan. " Bagaimana keadaan Belinda sekarang?", tanya Liam perih. Bagaimanapun juga.... " Kami sudah berusaha sebaik mungkin dan kita harus merelakannya, William ", ujar Alex. Liam mengangg

