Adrian terbangun dari tidurnya, ia mendapati Erina tengah melakukan sesuatu di lantai. Dilihatnya jika Erina tengah sibuk melipat pakainya yang akan dibawa, bahkan melipat pakaian kerja miliknya yang bakalan tak dibawa juga padahal. “Apa tidak ada pelayan yang membantumu berkerja sehingga kamu memegang semua pekerjaan ini?” tanyanya. “Daripada aku boring lebih baik aku kerja, oh ya. Kita sudah harus berangkat ke Jepang sore ini!” Erina menyodorkan sebuah kertas berisi jadwal penerbangan mereka. “Sebentar aku mau mandi dulu, mengejar waktu dengan istirahat membuat aku lelah,” keluhnya. "Kamu lelah padahal baru bangun tidur," "Apa salah kalau aku mengatakan aku lelah. Tak boleh begitu?" Adrian menatapnya, membuat Erina gugup bahkan saat pria itu membuka pakaiannya di depan matanya. d*

