25. Bukan Pilihannya

1261 Kata

Siang itu, ketika terik matahari begitu menyengat di antara pukul setengah satu siang, dua orang tengah duduk mnikmati semilir angin di taman rumah mereka di halaman belakang. Tuan Trisnadi tampak sedang mengaduk es buahnya yang baru dibawakan istrinya. Hari ini ia sedang libur karena tanggal merah. Di hari buruh nasional ini, setiap perusahaan diwajibkan libur. Ia dan istrinya menikmati hari dengan berlibur ke kota Malang dan siang ini baru pulang. Ia merasa kegerahan dan ingin minuman segar. Nelsy, istrinya membuatkan es buah. "Adrian kok nggak kelihatan, kemana ini, Mah?” tanya Trisnadi pada istrinya. "Mereka pergi tapi aku tidak tahu dimana mereka. Maklum, pengantin baru, pasti nanti muncul kalau sudah lelah dan bosan," "Aku kurang yakin, Adrian bisa memilih pelayannya sendiri,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN