31. Pergi

1339 Kata

Air mata Erina tak membuat Adrian merasa iba atau menghentikan aksinya. Ia terus saja menyentuh tubuh sensitif Erina yang ia anggap sebagai istrinya yang sah. "Erin, Sayang!" panggilnya. "Hentikan!" rintih Erina. "Sebentar lagi juga selesai, kamu nikmati dulu saja baru akan tahu bagaimana rasanya dan tak mau berhenti," Tangannya mencengkram kuat bahu Adrian saat sesuatu yang keras memasuki area vitalnya. "Aaahhhhhh ...."q Ia merasakan sakit di bagian s**********n nya, terus merintih di bawah tubuh Adrian yang mabuk dan otaknya sudah dipenuhi pikiran yang kotor. Sementara itu Adrian terus aja menggerakkan tubuhnya, perlahan naik turun di atas tubuhnya, membuat Erina menangis dan merintih kesakitan. Adrian melihat noda darah tetapi ia tetap melanjutkan aktivitasnya dan menciumi Erina. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN