Mama merasa kasihan pada Marcela, sepertinya ia sangat terpukul, tapi harus bagaimana lagi. Jelas mama memilih cucu mama. "Duduk dulu Cel". Mama mengajak masuk ke dalam ruang tamu. "Itu gak mungkin tante, Aira pasti bohong, Aira pasti tidak hamil hu hu hu, memangnya tante sudah lihat hasil test pack atau hasil pemeriksaan lab yang menerangkan Aira hamil?". Tanya Marcela. "Sabiru kan dokter kandungan Cela, dia pasti paham soal itu". "Tapi gak mungkin tante, Marcela gak percaya kalau itu anak Sabiru. Mungkin saja itu anak Novan atau anak orang lain. Aira itu bukan anak baik-baik". "Marcela, Sabiru sudah menjamin kalau itu anaknya, lagi pula dia dan Aira sudah berpacaran lama, jadi wajar saja jika mereka berencana mempunyai anak". Mama menerangkan dengan lembut pada Marcela, padahal sebe

