31

1788 Kata

Di dalam rumahnya, tubuh Marcela bergetar hebat. Semua pintu dan jendela ia kunci rapat- rapat. Marcela duduk di ranjang dengan memegang selimut seakan ingin bersembunyi. Ia takut akan ada seseorang yang datang mencarinya disini. Melihat mulut Aira yang mengeluarkan busa kemarin malam, membuat Marcela panik bukan main. Dia memang tidak menyukai Aira, tapi tidak bermaksud membunuhnya. Marcela iri saat mendengar Aira hamil anak Sabiru. Sabiru pasti menjadikan Aira istrinya. Jika begitu, jangankan menjadi pacar, ia pasti kehilangan Sabiru selama lamanya. Marcela tidak mau itu terjadi. Ketika ia pergi ke toko obat cina milik ayah salah satu temannya. Marcela memberitahu bahwa ia di khianati oleh sahabatnya sendiri hingga wanita itu hamil dengan pacarnya. Temannya itu menawarkan obat untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN