Aira memulai harinya seperti biasa. Dia pergi mengajar ke sekolah SMU Surabaya sebelum pukul 7 pagi. Belum ada kabar sama sekali dari Sabiru. Jangankan telpon, pesan juga tidak ada. Aira juga tidak menghubungi Sabiru, Aira pikir Sabiru masih sibuk mengurusi konsultasi Marcela. Motor Aira saat akan memasuki gerbang sekolah mendadak berhenti setelah melihat mobil Sabiru terparkir di depan gerbang sekolah. Mengapa Sabiru datang kesini?. "Biru". "Sayang". Sabiru menoleh lalu menghampiri Aira yang masih duduk di atas motornya. "Kamu ngapain disini?". Tanyanya. "Mau ketemu kamu". Kata Sabiru tanpa malu di dengar orang lewat. "Ketemu aku? 10 menit lagi bel sekolah Biru". "Aku kangen kamu sayang". Kangen? Omong kosong. "Kamu ngapain kesini?". Tanya Aira lagi. "Rencananya aku mau jemput

