E M P A T P U L U H E N A M

2606 Kata

“Gimana, Ma?” Mama menoleh dan mendapati Adrian sudah berdiri di sebelahnya. Wanita itu tersenyum, lalu mengangguk ke arah Indira, memberi semangat pada putrinya yang sedang ikut menjalani terapi. “Udah kemajuan banget dua minggu ikut terapi. Kemarin dia udah enggak pake kruk.” “Syukurlah.” “Mama belum sempet ngucapin makasih sama kamu. Makasih ya, Ian.” “Buat apa, Ma?” “Kamu selalu ada buat Dira. Kapan pun dan di mana pun. Beruntung Dira punya kamu, Ian.” “Aku yang beruntung punya Dira, Ma.” Mama kembali melemparkan tatapannya pada putri semata wayangnya yang tengah tertawa bersama terapisnya. “Ian, kamu enggak berencana ngelamar Dira lagi? Apa orang tua kamu masih belum setuju dengan hubungan kalian? Seperti dulu?” “Sekarang masalahnya bukan restu orang tuaku, Ma. Tapi Dira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN