Transit In Bali

3283 Kata

"Sial kenapa aku harus transit disini, seharusnya mereka tak membuang waktuku, apa mereka tak mengerti betapa berharganya waktu bagiku," Aku melempar tas ku ke meja dan memesan segelas minum. Tenggorokan ku sedang tak enak juga perutku yang begah. Sudah sepekan aku tak bertemu dengan nasi, sekarang aku memesan nasi merah dengan porsi mini, tentunya dengan gizi seimbang. Aku harus menjaga bentuk tubuhku, walaupun aku tak punya suami sungguhan tapi menjaga bentuk tubuh adalah kewajiban setiap wanita. Bukankah terlihat cantik, dengan wajah glowing, pinggang ramping dan d**a berisi adalah impian setiap wanita. Aku kembali menikmati segelas air hangat, dan juga sebatang rokok setelah selesai makan tentunya. Ku raih ponsel dari tas, masih berharap ada pesan balasan dari Alex tapi ponse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN