"Kamu kenapa, Van? Ada masalah?" Ily memegang bahu Vania hingga membuatnya tersentak dan menoleh kearahnya. Ily sengaja duduk disamping Vania dalam pesawat meski awalnya keempat kakaknya berebut memintanya untuk duduk bersama. Sejak tadi pagi hingga mereka dalam pesawat menuju Jakarta Ily terus memperhatikan Vania hanya diam seakan memikirkan sesuatu. Vania menggeleng lemah setelah itu kembali menatap awan yang terasa dekat dengannya. "Cinta itu emang nyakitin ya, Ly" ujarnya menutup mata, sekelabat kejadian semalam kembali terbayang. Vania tidak tau jika cinta yang ia rasakan membuatnya sesakit ini. "Cinta?" Ily menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Emangnya kamu jatuh cinta?" "Jangan jatuh cinta, Ly! Walau itu kakakku sekalipun" peringat Vania menyandarkan kepalanya dibahu Ily. Saat

